WACANA TERUSAN KHATULISTIWA AKAN MEMPERSINGKAT KONEKTIVITAS WILAYAH TIMUR INDONESIA MELALUI JALUR LAUT
NUSANTARA- Wacana pembangunan Terusan Khatulistiwa menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan membawa dampak besar terhadap konektivitas Indonesia Timur, khususnya wilayah Sulawesi, dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Jika terusan ini terealisasi, perjalanan dari Sulawesi ke IKN akan semakin dekat, baik dari segi waktu maupun jarak tempuh.
Terusan Khatulistiwa, yang menghubungkan Selat Makassar dengan Teluk Tomini, diusulkan melintasi daratan Sulawesi Tengah. Jalur ini akan memotong wilayah darat di antara Desa Tambu di Kabupaten Donggala dan Desa Kasimbar di Kabupaten Parigi Moutong.
Pembangunan terusan ini pertama kali dicetuskan oleh Fadel Muhammad, Wakil Ketua MPR RI, yang mengusulkan gagasan ini sejak tahun 2008 ketika menjabat sebagai Gubernur Gorontalo. Terusan ini diharapkan memperpendek jarak pelayaran hingga 200 mil. Dengan jarak yang lebih pendek, waktu perjalanan laut dari Sulawesi ke IKN pun akan berkurang secara signifikan. Saat ini, jalur pelayaran yang ada memerlukan waktu tempuh yang lebih lama karena harus memutar melalui jalur tradisional di sepanjang pantai Sulawesi dan Kalimantan.
Selain memperpendek jarak tempuh, terusan ini juga diperkirakan akan memberikan efisiensi biaya, terutama dalam hal bahan bakar. Dengan jarak yang lebih singkat, kapal-kapal yang melintasi Terusan Khatulistiwa dapat menghemat bahan bakar hingga Rp1,9 triliun per tahun. Penghematan ini tentunya akan berdampak pada biaya logistik secara keseluruhan, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi dan IKN.
Tak hanya itu, pembangunan Terusan Khatulistiwa juga akan mempermudah distribusi barang dan jasa antara wilayah Indonesia Timur dan IKN. Akses yang lebih cepat dan mudah ini akan membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah. Selain itu, terusan ini berpotensi membuka jalur perdagangan baru yang lebih efisien, sehingga mendorong sektor maritim dan logistik di wilayah tersebut.
Banyak pihak yang mendukung pembangunan Terusan Khatulistiwa ini, termasuk masyarakat Sulawesi dan para pemangku kepentingan di sektor pelayaran. Dengan adanya terusan ini, wilayah Sulawesi yang menjadi salah satu sentra produksi di Indonesia Timur akan semakin terhubung dengan pusat pemerintahan baru di IKN.
Realisasi Terusan Khatulistiwa diharapkan menjadi terobosan infrastruktur yang mengubah wajah transportasi maritim Indonesia, khususnya dalam mendukung percepatan pembangunan dan pemerataan ekonomi di wilayah timur.

Komentar
Posting Komentar