KEPALA OIKN SEBUT GEOLOG BERKONTRIBUSI LANGSUNG PADA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR VITAL IKN



NUSANTARA- Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa para ahli geologi memiliki peran strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pembangunan IKN bukan sekadar pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur, tetapi juga upaya untuk menciptakan smart forest city yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dalam visi besar ini, geolog memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap infrastruktur yang dibangun memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Basuki menekankan bahwa pembangunan IKN membutuhkan kajian ilmiah mendalam dari para ahli geologi, terutama dalam memahami kondisi geologi tanah, potensi risiko bencana alam, dan langkah-langkah mitigasi yang perlu diambil. Infrastruktur besar seperti Istana Negara, Istana Wakil Presiden, dan Bendungan Sepaku Semoi, semuanya memerlukan kajian geologi sebelum pelaksanaan konstruksi, karena memahami kondisi tanah dan lingkungan menjadi kunci dalam menciptakan bangunan yang aman dan berkelanjutan.

Selain itu, proyek besar lainnya seperti jalan tol akses IKN dan tol bawah laut (immersed tunnel) juga sangat bergantung pada hasil kajian geologi. Proyek-proyek tersebut memiliki risiko tinggi, sehingga membutuhkan perencanaan yang matang dan harus memastikan bahwa infrastruktur tersebut dibangun di atas lahan yang aman dan stabil secara geologis.

Menurut Basuki, visi pembangunan IKN adalah menciptakan kota yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, kontribusi para geolog sangat vital dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan infrastruktur modern dan pelestarian alam. "Kami membangun IKN dengan mengutamakan kualitas, keberlanjutan lingkungan, dan estetika. Untuk itu, keahlian para geolog sangat dibutuhkan dalam memastikan pembangunan ini sesuai dengan visi besar kami," ungkap Basuki.

Pernyataan Basuki ini juga didukung oleh Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Budi Santoso. Ia menjelaskan bahwa peran ahli geologi tidak hanya terbatas pada fase perencanaan, tetapi juga berlanjut sepanjang proses konstruksi dan pengoperasian. IAGI, dengan ribuan anggotanya, berkomitmen memberikan masukan, kritik, dan rekomendasi ilmiah dalam pembangunan IKN, terutama terkait aspek geologis yang mempengaruhi keamanan dan kelangsungan proyek.

Pertemuan Ilmiah ke-53 IAGI di Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi momentum penting bagi para ahli geologi untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan IKN. Diskusi-diskusi yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan rekomendasi penting bagi masa depan IKN sebagai kota cerdas yang berkelanjutan dan aman dari segi geologi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOS SINAR MAS BOCORKAN RENCANA KONSORSIUM NUSANTARA GARAP PROYEK BARU DI IKN

KLAIM TENTANG PENJUALAN 100 PULAU OLEH PEMERINTAH TERBUKTI HOAKS!

JOKOWI SEBUT BELUM ADA RAPAT PEMBAHASAN SUBSIDI KRL BERBASIS NIK